Happy birthday to Nanase twins, Tenn and Riku! 🥳🎉
This cover is the hardest one to cover since there're so much things going on in this song. I try to make the lyrics as closer as possible to the original and improvised it a bit while keeping how this song describe the twins relationship. Hope you like it!
Special thanks to Erin, thank you for lending me your amazing voice 🩷
Credits
Vocal : Jace & Erin (https://x.com/Tenncchi_)
Translirik : Jace
Mix : AkaRin Na (https://x.com/AkaRin_Na)
Illustration : Jace Wisoul
MV : Nara Aprilia (https://x.com/naraaprilia_id)
Original credits
Incomplete Ruler · Riku Nanase (CV: Kensho Ono) · Tenn Kujo (CV: Soma Saito)
https://youtu.be/pC421ZonrFg?si=ZORZPehlox8z46oS
Lyricist: Erica Masaki
Composer: Ken Ito
Indonesian lyric :
Harapan dalam keputusasaan, surga di antara kehancuran
Bahkan tak dapat memuaskan
Raja yang terusir di jenggala tak ada jalan kembali
Langit menggelap mata berkunang betapa bodoh
Kus'lalu mengira segalanya berbeda
Hingga ketika mata kita bertemu
Bagaikan dua insan dengan warna sama
Namun mengapa kuada di sini?
Andaikan aku lah raja nirwana
Kumeringkuk menertawakan kesalahan di masa lalu
Kuberlutut tersungkur di tanah
Menyadarkan diri dalam gelap
Sombongnya hati memanggilmu bergema meski menyakitkan tuk menggapai
Incomplete Ruler
Meski kita tak dapat bersatu tak ada yang perlu menyendiri
Woh oh Woh oh Woh oh Woh oh
Walau bayang menyembunyikan bulan
Kuyakin ada cahya terang (kita berdua)
Meski sedikit ada harapan
Mengapa setiap orang saling bertemu?
Kubertanya hari berlalu
Hati yang mudah tergoyah ini terus beradu dalam penolakan
Berakhir dalam distopia
Di balik halusnya kulit ini kumembusuk dalam sepi
Kumelukai, dan dilukai semua berakhir
Namun saat semua menghilang dariku
Aku terjatuh dalam jurang neraka
Bersama kaki tangan yaitu kita berdua
Namun mengapa kuada di sini?
Andaikan aku lah raja nirwana
Kumenatap ke reruntuhan dosa, sesal, dan masa depan
Manusia bukanlah sebuah bintang
Ia hanya membawa kilaunya
Menapak bumi kuberdiri dalam diam kus'lalu ada di sisimu
Imperfect Ruler
Saat tangan kananmu menepis tangan kirimu yang 'kan kugenggam
Aku tau diriku wahai penguasa fajar
Fajar membangunkan dari terlena bahagia dan tipu daya keindahan ini
"Genggam tanganku jangan lepaskan” hembus angin berbisik dan menghilang
Keras berteriak dengan suara serak
Kita pun menyerah pada kesunyian
Menelan jerit kepedihan berderu melelehkan dada
Biarkan ku di sini denganmu
Bersama takdir tak tertahankan
Semua berdiri berdampingan
Memerintah di malam yang mulai menyingsing
Incomplete Ruler
Meski kita tak dapat bersatu tak ada yang perlu menyendiri
Woh oh (Woh oh) Woh oh (Woh oh)
Bahkan saat rembulan bersembunyi (Kini)
Meski kita tak dapat bersatu (dunia ‘kan berubah) kutakkan biarkanmu sendiri
Woh oh (Woh oh) Woh oh (Woh oh)
Dalam jantung dari mimpi yang hancur
Bersama bangun satu per satu (selalu), hari kita tak ‘kan sendirian (selamanya)
Bangsa yang telah kita ciptakan berbahagia
Sepanjang masa
Mengapa setiap orang saling bertemu?
Kubertanya, surya berlalu